Mahasiswa wajib
memberikan pengetahuan kepada siapa saja dalam hal pendidikan, sekarang kita
tahu bersama bahwa mahasiswa sederajat dengan de idilogi. Itu artinya mahasiswa
sebagai bahu masyarakat dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam agen
peubahan di daerah bolmong selatan.
Oleh kerenanya salah
satu fungsi mahasiswa dalam daerah kemasyarakan adalah menyampaikan aspirasi
rakyat . akan tetapi apakah mahasiswa siap menjadi agen perubahan untuk daerah
? dan apakah mahasiswa bisah di ambil sebagai panutan ? pertanyaan lebih khusus
kepada mereka para mahasiswa yang katanya sebagai agen perubahan. Kita tentu
sadar mahasiswa di identik dengan kalimat intelektual, jenius, dan lain-lain
sebagainya. Mereka berbicara di mega fon mengatasnamakan rakyat mengkritik
wakil –wakil rakyat, bupati, dan lain sebagainya. Hal ini yang terjadi di
daerah kita sendiri yaitu daerah religius Bolaang mongondow selatan. Suara-
suara mega fon yang menjadi alat terikan mereka tanpa menyadari sama sekali
seberapa besar yang mereka berikan untuk bolsel.
Kita bisah menyampaikan
aspirasi masyarakat akan tetapi kita harus cerdas dan koreksi diri apakah
sepantasnya saya bersuara di megafon? Hal ini kadang dilalaikan oleh mereka
tidak lagi mengikuti etika etika dalam berdemo.
